• 0878-5136-2837
blueprint

Blueprint For Business

Untuk membangun sebuah bisnis, perlu adanya suatu rancangan yang memberikan arahan agar pekerjaan lebih terpola dan terarah. Seperti saat kita mendirikan sebuah bangunan, tentu kita membutuhkan prototype untuk mempermudah proses pembangunan tersebut agar sesuai dengan tujuan yang kita kehendaki.

Sama halnya dengan bisnis. Kita membutuhkan metode khusus untuk menciptakan pola pekerjaan yang terarah, konsisten, dan terstruktur. Artinya, kita harus memiliki suatu rancangan atau desain pola yang harus kita ikuti untuk menentukan arah kedepan bisnis yang kita jalani.

Lalu metode apa yang harus kita ambil untuk membangun start-up bisnis kita ? Dalam bisnis, metode ini sering disebut dengan istilah Blueprint / cetak biru.

Blueprint adalah kerangka kerja terperinci sebagai landasan dalam membuat kebijakan yang meliputi penetapan tujuan dan sasaran, penyusunan strategi, pelaksanaan program, serta implementasi yang harus dilaksanakan oleh setiap unit dalam perusahaan.

Apa Pentingnya Blueprint ?

Blueprint mempermudah kita dalam memahami secara detail apa yang ada dalam bisnis kita, apa yang kita butuhkan dan bagaimana cara mengeksekusinya. Selain itu, Blueprint menjadi tools paling ampuh untuk membangun konsistensi dalam perusahaan dan suatu usaha. Dengan adanya metode ini, pekerjaan akan jauh lebih terarah karena terdapat dokumentasi dari setiap prosedur dari waktu ke waktu.

Budaya yang Harus Dibangun

Metode ini tentu saja harus dilakukan dan diikuti oleh siapa saja dalam perusahaan atau pelaku usaha tersebut. Hal pertama yang perlu ditekankan agar metode ini berhasil adalah harus terciptanya visi misi yang jelas agar dalam satu perusahaan terdapat satu pemahaman dan tujuan yang sama.

Selain itu, visi misi yang kuat dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan perusahaan. Visi artinya apa yang akan dicapai. Dan misi artinya apa yang harus dilakukan untuk mencapai visi tersebut. Oleh karena itu, perlu ditanamkan visi misi yang kuat sebagai pondasi awal bagi setiap individu dalam membangun perusahaan yang besar.

Lalu, budaya seperti apa yang perlu dibangun dalam perusahaan dan bisnis ?

  1. Konsistensi
  2. Keandalan
  3. Kreatif dan berpikir kritis
  4. Peka terhadap segala situasi
  5. Komitmen
  6. Disiplin

Paling tidak ke-enam budaya tersebut harus dimiliki oleh setiap individu untuk membangun karakter yang lebih unggul. Budaya dapat terbentuk melalui kebiasaan-kebiasaan yang terus dilakukan secara kontinyu. Tidak tercipta suatu budaya tanpa kesatuan tujuan dan pemahaman berbeda menjadi satu.

Pengembangan Blueprint

Setelah kita membangun pemahaman dan kesatuan visi misi, serta pembentukan budaya yang kuat, langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah eksekusi.

Bagaimanakah caranya?

  1. Penetapan tujuan. Perlu ditetapkannya tujuan secara jelas dan fokus. Artinya, tujuan tersebut adalah target utama yang ingin dicapai perusahaan.
  2. Tuangkan gagasan dalam selembar kertas. Blueprint artinya kerangka kerja dalam selembar kertas. Jika ide dan gagasan hanya diawang dalam ingatan tanpa ada catatan atau dokumentasi tertulis, maka sama saja ide dan gagasan itu sia-sia. Mengapa ? karna ingatan manusia itu terbatas, sehingga perlu adanya media untuk mempermudah siapa saja dalam membaca gagasan tersebut dan mengingatnya. Selain itu, catatan yang tertulis dalam selembar kertas dapat menjadi motivasi dan reminder bagi setiap individu dalam perusahaan atau pelaku bisnis tersebut.
  3. Komunikasikan tujuan dan gagasan. Ingat setiap gagasan harus disampikan kepada seluruh anggota agar memiliki satu pemahaman yang sama. Jangan sampai dalam satu lingkungan usaha atau perusahaan memiliki tujuan yang berbeda-beda, yang menyebabkan tidak bekerjanya sistem yang diterapkan.
  4. Rancang strategi untuk mencapai tujuan. Sebelum merancang strategi, tentu kita memerlukan data yang akurat dengan cara melihat, menilai, dan menganalisis kondisi pasar saat ini. Hal ini berkaitan dengan analisis SWOT (Strengh, Weakness, Opportunity, dan Threat).
  5. Eksekusi dan Evaluasi. Setelah strategi dibentuk, maka langkah selanjutnya adalah menerapkan strategi tersebut sesuai dengan mind map yang dibuat. Lakukan kontroling dan evaluasi secara berkala. Coba lihat, apakah ada perkembangan dan berapa waktu yang diperlukan untuk mencapai sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan. Jika tujuan tidak tercapai, cek kembali kesalahan apa yang membuat tujuan tersebut tidak dapat tercapai.
  6. Ciptakan hukum dan peraturan yang tegas. Untuk mendisiplinkan setiap individu, perlu adanya aturan dan hukum yang tegas. Artinya aturan tersebut harus dipatuhi oleh seluruh anggota sebagai bentuk komitmen mereka terhadap perusahaan atau bisnis yang mereka jalani.

NOTE :

Saat ini telah banyak jasa pembuatan Blueprint yang menjadi alternatif cepat bagi setiap perusahaan. Ingat, Blueprint artinya ‘cetak biru’ yang harus ditulis dan diletakkan dalam dinding kantor (jika itu perusahaan) agar selalu terlihat bagi individu atau karyawan sebagai reminder dan motivasi bagi mereka untuk terus fokus pada proses pencapaian tujuan.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp WhatsApp us