Tips presentasi menghasilkan clossing terbaik

Bagi anda yang saat ini sedang kebingungan bagaimana cara menutup presentasi dengan baik, anda wajib membaca artikel mengenai tips agar presentasi Anda menghasilkan clossing terbaik ini sampai habis. Pada dasarnya ketika kita akan melakukan presentasi, kebanyakan dari kita hanya memikirkan bagaimana cara untuk dapat membuka presentasi dengan sempurna.

Padahal, Dale Carneige dalam bukunya Stand And Deliver pernah menjelaskan bahwa, sesi pembukaan pada presentasi adalah bagian yang paling penting dalam membangun sebuah hubungan dengan audiens selama presentasi berlangsung. Akan tetapi, penutup juga merupakan hal yang sangat penting, karena harus memberikan kesan tertentu yang akan diingat oleh audiens.

Pentingnya menghasilkan pembukaan serta penutup yang baik saat presentasi adalah kecenderungan orang-orang yang hanya mengingat dua bagian informasi yang disampaikan oleh presenter, yakni bagian awal dan bagian akhir dari materi yang sahabat bawakan saat presentasi. Oleh karena itu, sahabat harus merencanakan dengan baik terutama bagi penutup presentasi yang seringkali dilupakan.

Sebelum mengulik lebih dalam mengenai bagaimana tips agar presentasi anda menghasilkan clossing terbaik, artikel ini juga akan membahas kesalahan-kesalahan apa saja yang sering dilakukan sahabat saat menutup presentasi. Dengan mengetahui kesalahan apa saja yang sering dilakukan, sahabat diharapkan dapat meminimalisir kesalahan-kesalahan tersebut. Sehingga sahabat dapat menghasilkan penutup presentasi yang terbaik.

Kesalahan yang Sering Dilakukan dalam Clossing

Sebelum melangkah ke tips agar presentasi Anda menghasilkan clossing terbaik kita wajib mengetahui terlebih dahulu kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat clossing.

  • Kesalahan pertama adalah tidak adanya penutupan sama sekali. Sahabat, terkadang saat presentasi presenter hanya langsung berkata “Okay.. itu saja dari saya” dan langsung mengakhiri presentasi.
    Penutup presentasi seperti ini kurang baik, jika dianalogikan hal ini ibarat sebuah film yang tidak memiliki akhir yang klimaks, sehingga membingungkan audiens.
  • Kesalahan kedua adalah menutup dengan permintaan maaf. Permintaan maaf bukan merupakan informasi yang dibutuhkan oleh audiens, padahal salah satu bagian informasi yang diingat audiens adalah informasi saat penutup.
  • Kesalahan ketiga yang sering dilakukan ketika presentasi adalah penutup yang tak kunjung tiba. Sahabat mungkin sering mendapati presenter yang berbicara melebihi waktu yang ditentukan, sehingga audiens malah merasa gelisah saat presentasi berlangsung. Keadaan psikologis audiens yang seperti ini akan membuat audiens tidak mampu menangkap informasi apapun dari presentasi yang diberikan.

Secara keseluruhan dari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi saat clossing presentasi, penting bagi sahabat untuk tidak melakukan ketiga hal di atas. Buatlah penutup yang berbeda dan lebih berkesan dengan cara-cara yang lebih efektif. Untuk membuat clossing yang berkesan pada presentasi anda, berikut penjelasan tips agar presentasi Anda menghasilkan clossing terbaik.

Tips Membuat Clossing Terbaik saat Presentasi

Untuk mendapatkan clossing yang lebih berkualitas dan berbeda dari presenter lainnya, ada tiga tips agar presentasi Anda menghasilkan clossing terbaik.

Tips pertama

Anda dapat merangkum pesan utama sebagai penutup presentasi. Dengan merangkum pesan sebagai penutup presentasi, audiens akan mengingat kembali poin penting yang mungkin terlewat saat presentasi berlangsung.

Tips kedua

Adalah dengan menggunakan kutipan, kata-kata yang berasal dari sebuah kutipan terkadang dapat menginspirasi. Sehingga dapat menimbulkan kesan yang lebih mendalam pada audiens. Namun, sebelum menggunakan kutipan tersebut, pastikan sahabat menggunakan kutipan yang relevan dengan topik yang sedang dipresentasikan. Jangan memilih kutipan semata-mata karena kata-katanya yang indah saja.

Tips ketiga

Ajakan untuk bertindak. Kalimat ajakan seperti ini sangat jarang digunakan untuk menutup presentasi. Padahal kalimat “call to action” bertujuan untuk mengajak audiens melakukan sesuatu. Misalnya saja, anda ingin mengajak audiens merubah cara berpikir mereka, maka clossing seperti ini lebih cocok digunakan.

Nah, itu dia kesalahan-kesalahan yang sering terjadi saat membuat penutup presentasi dan tiga cara menutup presentasi yang terbaik dan berkesan. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat presentasi dan mengaplikasikan tips agar presentasi anda menghasilkan clossing terbaik, maka kita akan menghasilkan penutup presentasi yang paling berkesan.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp WhatsApp us